Pada Jumat 28 September 2018 lalu, gempa berkekuatan 7,4 SR yang diikuti tsunami menimpa kota Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. Berdasarkan data BNPB per tanggal 21 Oktober 2018, bencana ini mengakibatkan 2.256 korban meninggal dunia, 1.309 korban hilang, 4.612 korban luka-luka, dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik. Rangkaian gempa menyebabkan jaringan telekomunikasi dan listrik sempat terputus, sehingga warga kesulitan untuk melakukan aktivitas terutama dimalam hari karena kondisi yang gelap gulita. Gempa-gempa susulan pun masih dirasakan warga hingga beberapa hari pasca bencana.
 
Menyikapi kejadian tersebut, CT ARSA Foundation melakukan tindakan tanggap darurat dengan mendirikan posko CT ARSA Foundation Peduli Gempa dan Tsunami dan menerima sejumlah donasi juga bantuan dari masyarakat. Dimulai sejak tanggal 1 Oktober, hingga saat ini, CT ARSA Foundation berhasil mengumpulkan lebih dari 80 ton bantuan untuk kemudian disalurkan kepada saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala. 

Bekerjasama dengan TNI AL dan TNI AU, sejumlah bantuan yang terdiri dari makanan dan minuman siap saji, perlengkapan bayi, pakaian, perlengkapan tidur, perlengkapan mandi, perlengkapan dapur, perlengkapan solat, mainan anak, dan obat-obatan dikirim melalui jalur udara maupun jalur laut menggunakan Pesawat Hercules dan KRI.  

CEO CT Corp, Chairul Tanjung beserta istri yang juga merupakan ketua CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung menyalurkan secara langsung bantuan yang sudah terkumpul melalui posko CT ARSA Foundation Peduli Gempa dan Tsunami kepada korban dan pengungsi di Palu, Sigi dan Donggala, serta  meninjau tempat-tempat terdampak bencana.
Pada peninjauan tersebut, Chairul Tanjung bertemu langsung dengan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Walikota Palu untuk menyampaikan bantuan dari CT ARSA Foundation, dompet amal Transmedia dan juga kelompok usaha CT Corp yang akan disalurkan sebesar 20 miliar untuk membangun fasilitas pendidikan, rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya. Agar tidak tumpang tindih, penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan pemerintah.