Bekasi - Muara Gembong, sebuah daerah di Ujung Kabupaten Bekasi, memiliki sumber daya  lau yang melimpah. Dengan potensi yang begitu besar itu, CTARSA Foundation berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Laukku Ikan menyelenggarakan kegiatan BERIKAN (Berkreasi Mengolah Ikan) pada rabu (6/10/2023) di Rumah Inspirasi Muara Gembong, Kampung Muara Mati, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 


Kegiatan yang didukung oleh Bank Mega Syariah dan Dapur Coet ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat menengah ke bawah di bidang kewirausahaan, sebagai upaya CTARSA Foundation di pilar pendidikan dan pemberdayaan.


Meski masih berada di wilayah Bekasi, namun perjalanan ke Muara Gembong tidak semulus yang diperkirakan. Butuh waktu 3 jam dari kota Bekasi untuk sampai ke lokasi. Tak hanya itu, perjalanan menuju Rumah Inspirasi, harus ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan motor, di tengah-tengah lahan tambak. 


“Luar biasa, jauh banget, jalannya rusak, harus berhenti di suatu tempat dan disambung menggunakan ojek,” ucap Ifta Bintan selaku owner Laukku Ikan.


“Perjalanannya seru, daerahnya lumayan jauh melewati banyak tambak-tambak, kemudian jalannya tidak semuanya bagus,” ungkap Sofiana Rohayati dari BBP3KP.


Kegiatan yang diikuti oleh puluhan ibu-ibu yang tinggal di Desa Pantai Bahagia ini, dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi edukasi dan sesi praktek.


Pada sesi edukasi, Ifta Bintan, pemilik dari Laukku Ikan, langsung memberikan pelatihan kepada peserta. Laukku Ikan merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang penjualan produk laut secara online. Dalam sesi ini, Ifta Bintan membagikan pengalaman dirinya yang beralih profesi dari seorang pramugari menjadi pengusaha ikan online. Ifta menjelaskan, beberapa pengalamannya dari cara mengemas produk ikan, serta cara memasarkannya di media sosial.


“Saya menyampaikan materi berjualan ikan supaya cuan dan meningkatkan nilai jual ikan, seperti packing, dibersihkan, dan diolah sedemikian rupa sehingga bernilai jual tinggi daripada biasanya,” ucap Ifta Bintan selaku owner Laukku Ikan.


Setelah sesi edukasi berakhir, acara dilanjut dengan sesi praktek, yang dibina langsung oleh Sofiana Rohayati. Dia adalah Analis Pasar Hasil Perikanan BBPK3P Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam kegiatan ini, hadir pula Darmadi, yang merupakan Asisten Penelitian dan Perekayasaan BBP3KP Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pada sesi praktek, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan pelatihan cara mengolah bahan ikan menjadi bakso ikan, dengan bahan-bahan yang relatif sederhana. Para peserta pun tampak antusias melihat proses mengolah bakso ikan menggunakan alat elektronik, seperti food processor.


“Kami dari BBP3KP hari ini melakukan diseminasi teknologi pengolahan bakso ikan yang tentunya bisa menjadi ajang motivasi untuk ibu-ibu nelayan di sini, sehingga bisa memproduksi atau menjadi pelaku usaha,”


Kegiatan produktif ini ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh CTARSA Foundation untuk perwakilan kolaborator, yaitu Sofiana Rohayati sebagai perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Ifta Bintan sebagai perwakilan dari Laukku Ikan.


Kegiatan BERIKAN atau Berkreasi Mengolah Ikan dibuat dengan latar belakang sejarah Muara Gembong, yang dulunya disebut “Kampung Dolar” karena melimpahnya sumber daya alam hasil laut. Dengan dilaksanakannya kegiatan BERIKAN ini, diharapkan bisa memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam peningkatan pengetahuan masyarakat, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan untuk menjual hasil produk berbahan ikan, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat Muara Gembong.


“Dari yang tidak tahu jadi tahu, ikan harus dicuci pakai air garam biar bersih dan steril, dulu mah kita masak udah begitu saja, sekarang sudah paham,” ucap Mpok Atun selaku masyarakat Muara Gembong.


“Jangan cuma ikan, banyak juga kepiting, kerang, saya pengen semua bisa diolah untuk dijual dan membantu keluarga ke depannya,” saran Mpok Atun untuk acara selanjutnya.