Jakarta - CT ARSA Foundation melalui program Pintar Mengajar (Pijar) batch tiga kembali mengirimkan para relawan guru muda untuk mengajar di pelosok negeri. Para relawan guru muda tak hanya dituntut mengajarkan anak-anak pelosok baca, tulis dan berhitung (calistung) semata, melainkan dituntut untuk melakukan perubahan nyata terhadap lingkungan sekitar.

"Karena mereka tidak saja mengajar calistung, tapi CT ARSA Foundation memberikan target ke mereka. Mereka harus bisa melakukan perubahan-perubahan nyata di tempat mereka mengajar," kata Founder CT ARSA Foundation Anita Ratnasari Tanjung usai melepas guru muda PIJAR Batch 3 di Menara Bank Mega Syariah, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2023).

Anita menuturkan perbaikan dan pengembangan terus dilakukan dari program di batch sebelumnya. CT ARSA Foundation selaku penyelenggara program Pijar yang didukung Airnav, Bank Mega dan Bank Mega Syariah bakal memberikan bimbingan serta pemantauan secara berkala terhadap jalannya program selama setahun ke depan.

"Kita dari batch kedua sudah banyak improvementnya. dari CT ARSA Foundation memantau langsung, jadi tidak melepas, membimbing selama mereka di sana. Kita melihat karena foundation ini bukan hanya memberi, kita lihat input, proses dan output," jelasnya.

Selain itu, Anita menandatangani nota kesepahaman dengan Direktur Utama Airnav Polana Banguningsih Pramesti, Wakil Direktur Bank Mega Lay Diza Larentie, serta Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo sebagai tiga perusahaan yang berkomitmen mendukung program Pijar batch 3.

Dalam program Pijar batch 3 ini, CT ARSA Foundation juga berkolaborasi dengan berbuatbaik.id, Migunani Consulting, TNI AL, Savana, Buah Tangan, The Enterpreneur Society, dan Dapur Coet.

Program Pijar CTARSA Foundation bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan hingga pelosok Indonesia serta memberikan kesetaraan kualitas pendidikan bagi masyarakat di wilayah sulit terjangkau. Anita menilai program Pijar dapat dikatakan sukses apabila kesejahteraan di lingkungan dapat terwujud disertai dengan peningkatan mutu pendidikan.

"Kalau kita berhasil, outputnya harus ada progres yang bermanfaat bagi warga sekitar," ujarnya.

Dia lalu membeberkan data peningkatan calistung di daerah-daerah yang ditempatkan relawan Pijar. Dalam program Pijar batch pertama misalnya, persentase rata-rata anak menguasai calistung hanya berkisar 20-30%. Namun pada batch kedua meningkat menjadi 60-70%.

Menurut Anita, peningkatan itu bisa diraih karena para guru muda menerapkan metode belajar sambil bermain. Sepulang mengajar di sekolah misalnya, para guru muda memberikan pembelajaran tambahan di tepi pantai sehingga suasana yang terbangun lebih rileks dan ceria.

"Jadi ada perubahan signifikan untuk calistung. Di Pijar ini bukan hanya mengajar, tapi pendampingan yang kita sebut pergi les, Piles. Jadi guru muda setelah jam sekolah selesai, sore-sore mereka ajak anak-anak untuk belajar, tetapi sambil bermain. Mereka diajarkan di tepi pantai sambil bermain. Improvenya mereka di batch kedua sudah lebih baik calistungnya dari sebelumnya," terangnya.

Selanjutnya adalah mewujudkan ketahanan pangan. Anita menuturkan, mayoritas relawan guru ditempatkan di remote area yang akses air bersih maupun listriknya sulit. Karena itu, diharapkan para relawan turut memberdayakan warga sekitar dan mengajarkan cara menanam bibit hingga panen sehingga ketahanan pangan terwujud.

"Saya mengajarkan dari pijak untuk mengajarkan menanam dari bibit sampai panen juga dirasakan masyarakat sekitar. Ini juga bisa menuntaskan program stunting. Jadi ini tidak hanya mengajarkan saja, tapi harus mengubah lingkungan sekitar supaya menjadi sejahtera," ujarnya.

Selanjutnya adalah membekali anak-anak dengan pelajaran budi pekerti serta sikap toleransi. Meskipun rintangan yang akan dilalui para relawan Pijar batch 3 tak akan mudah, Anita optimistis semua itu bisa dilalui dengan baik.

"Mengajarkan bertoleransi dengan baik. Terpenting adalah mengajarkan budi pekerti. ini tidaklah mudah, karena kita melihat gimana progres dan outputnya. Bagaimana harus bermanfaatnya untuk daerah sekitar," imbuhnya.(Andra Lesmana)