Muara Gembong, Bekasi - Menjadi seorang relawan dengan status  seorang guru adalah sebuah peran yang tak hanya memerlukan keilmuan, tetapi juga kepedulian dan ketulusan dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu relawan hebat yang telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat adalah Yulinur, seorang relawan GURU MUDA PIJAR.

 

Yulinur Firdaus atau yang sering disapa Yulinur, perempuan berusia 29 tahun yang berasal dari Bogor dan memutuskan untuk menjadi bagian dari relawan Guru Muda PIJAR Batch 2. Ia memulai pengabdian sebagai relawan sejak November 2022. Selama menjadi relawan, Yulinur menyadari statusnya sebagai seorang ‘guru’ tidak langsung menjadikan dirinya dihormati orang lain.  Namun, bagi Yulinur, menjadi relawan adalah aksi untuk saling menghormati, menghargai, dan menyayangi sesama manusia. Ia menyadari bahwa makna sejati dari keluarga tidak hanya terbatas pada hubungan darah, tetapi juga pada ikatan suka, duka, dan air mata yang dibangun bersama selama masa pengabdian.

 

Yulinur mengabdi di MI MANSYAUL HUDA yang berlokasi di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Kampung yang tidak jauh dari ibu kota namun memiliki kondisi yang berbading terbalik. Kondisi alam yang memprihatinkan ditambah air rob yang tidak pernah usai, bahkan frekuensinya terus bertambah setiap tahunnya, membuat terganggunya perekonomian dan aktivitas warga setempat.

 

Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan, baginya pengabdian adalah momen untuk bersyukur dalam keadaan suka dan duka, serta untuk lebih memaknai arti syukur kepada Allah SWT atas segala kelebihan dan kekurangan.

“Sampai dengan ditulisnya kalimat-kalimat ini, saya bersyukur diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari sebuah amal jariyah, sebuah kerelawanan, sebuah kampung bernama beting yang dekat dengan ibu kota namun memiliki keadaan berbalik dari yang seharusnya. Semoga kelak kisah kerelawanan ini dapat menjadi bekal hidup dan pengingat bagi saya pribadi dalam menjalani sisa usia di bumi pertiwi ini”, kata Yulinur.

Selama mengabdi, Yulinur berhasil meningkatkan persentase calistung anak didiknya hingga mencapai 70%. Namun, yang lebih penting adalah kontribusi positifnya terhadap karakter anak didik, yang meningkat menjadi 65%. Yulinur tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada nilai-nilai moral, etika, dan kepribadian yang membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.

 

Sosok Inspiratif Yulinur, seorang GURU MUDA PIJAR yang berdampak baik untuk masyarakat setempat. Membantu membangun karakter anak serta meningkatkan kualitas pendidikan dengan penuh dedikasi dan semangat juang untuk masa depan anak negeri.  Yulinur adalah salah satu teladan bagi generasi saat ini. Pilihannya mengabdi di pelosok negeri merupakan makna sejati dari kerelawanan, memberi tanpa pamrih dan mendedikasikan diri untuk sesama. (CTAF)