Aceh Tamiang - Suasana hangat begitu terasa saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Inspirasi di Kabupaten Aceh Tamiang sore ini. Diiringi harapan dan doa, Rumah Inspirasi ini diharapkan dapat menjadi wadah pendidikan dalam memberantas kemiskinan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia Azizatun Azhimah mengawali peletakan batu pertama di Desa Kebun Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Ia mengungkapkan nantinya Rumah Inspirasi hasil kolaborasi dari AirNav dan CT Arsa Foundation sebagai wadah masyarakat untuk mendapat wawasan maupun saling transfer pengetahuan.

"Rumah Inspirasi ini sebenarnya sudah kolaborasi lama ya, sudah rumah ke-10. Jadi kami ingin membuat rumah inspirasi yang menjadi tempat bagi warga sekitar untuk memanfaatkan tempat tersebut baik untuk belajar, sharing ilmu, taman bacaan anak-anak, PAUD, mungkin beberapa tempat untuk fasilitas kesehatan," ungkap Azizatun, Kamis (19/2/2026).

"Jadi memang rumah inspirasi ini sebagai perekat masyarakat dengan adanya rumah inspirasi ini, kita juga kirimkan relawan baik dari AirNav ataupun CT Arsa untuk dapat sharing di rumah inspirasi ini," lanjutnya.


Sementara itu, General Manager CT Arsa Foundation Haerani Akbar menuturkan bahwa hadirnya Rumah Inspirasi ini sebagai bentuk kepedulian dalam bidang pendidikan, khususnya dalam memutus rantai kemiskinan di daerah tersebut.

"Rumah inspirasi ini menjadi salah satu program kami di pendidikan untuk bagaimana bisa memutuskan rantai kemiskinan dan bagaimana bisa kita mengajak adik-adik kita ataupun warga bisa memberikan nantinya yang terbaik di daerahnya. Harapannya ketika nanti Rumah Inspirasi ini sudah berdiri kami tetap melakukan komunikasi, koordinasi, dan melakukan program yang terus akan membantu sesuai kebutuhan," kata Haerani.

Lebih lanjut, Haerani menyebutkan bahwa Rumah Inspirasi di Desa Kebun Rantau akan rampung dalam waktu dua bulan, nantinya setelah pembangunan selesai, CT Arsa akan dapat langsung menjalani program-program yang telah disusun.

"Rumah Inspirasi di Desa Kebun Rantau ini akan kita targetkan selesai dalam kurun waktu dua bulan, harapannya setelah pembangunan ini selesai akan kita resmikan kembali tentunya langsung terkait dengan program CT Arsa yang akan kita jalankan di Rumah Inspirasi ini," ujar Haerani.

Pembangunan Rumah Inspirasi ini, kata Haerani, sudah mencapai 10 area yang terletak dari Sabang sampai Merauke. Ia pun berharap Rumah Inspirasi ini dapat terus bertambah setiap tahunnya agar dapat memperluas akses pendidikan khususnya di daerah-daerah terpencil.

"Sejauh ini sudah 10 Rumah Inspirasi sudah kita bangun ada di Sabang sampai Merauke, harapannya setiap tahun kita dapat menambah Rumah Inspirasi, karena dengan adanya Rumah Inspirasi ini akan muncul bibit-bibit baik dari anak-anak dan masyarakat sekitar yang nantinya dapat membangun daerah dan lingkungannya sendiri dan juga membangun bangsa dan negara," tuturnya.

"Memang kami belum bisa membangun banyak rumah inspirasi. kita targetkan di daerah pelosok atau daerah yang memerlukan support dari CT Arsa Foundation atau airNav Indonesia, kita bisa bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah setempat sehingga target untuk pembangunan bisa terpenuhi," sambungnya.

Bantuan Korban Bencana
Selain melakukan agenda peletakan batu pertama pembangunan Rumah Inspirasi, AirNav dan juga CT Arsa Foundation turut memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak bencana di Shelter Kampung Arsa. Pihak AirNav dan CT Arsa turut mengunjungi satu per satu shelter dan berbincang kepada masyarakat.

"Rencana awalnya adalah peletakan batu pertama untuk rumah inspirasi yang ada di sekitar sini. Kemudian kami juga melakukan kunjungan kepada korban yang terkena bencana banjir di daerah Aceh Tamiang. Sebenarnya kolaborasi dengan CT Arsa sudah berlangsung sangat lama dan adanya bencana ini kami semakin intens untuk memberikan bantuan," ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AirNav Indonesia Azizatun Azhimah.

Para penghuni shelter juga turut senang dan terharu dengan kehadiran pihak CT Arsa dan AirNav. Penghuni Shelter Lisa turut mengucapkan rasa syukur dengan adanya bantuan shelter dan juga bantuan paket sembako ini setelah sebelumnya dia dan keluarganya tinggal beramai-ramai di tenda darurat pada saat bencana banjir bandang pada November 2025 lalu.

"Alhamdulillah kita senang ya ada terbantu ya karena kami dalam keadaan seperti ini lagi puasa dan masih tertimpa musibah, ada bantuan ya bersykur sekali. Kita tinggal di shelter ini dari sekitar bulan Januari, sebelumnya kita di tenda pengungsian," ucap Lisa.