Sukoharjo - Founder CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, meninjau SMA Unggulan CT ARSA Foundation di Kabupaten Sukoharjo bersama rombongan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).

Adapun tamu yang hadir di antaranya istri Wakil Presiden ke-11, Herawati Boediono; istri mantan anggota TNI AU dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) periode 2009-2014, Ratna Djoko Suyanto.

Kemudian istri Panglima TNI ke-17, Tetty Agus Suhartono; istri mantan Kapolri, Elly Sutarman; istri mantan Menteri BUMN, Liza Mustafa Abu Bakar; istri mantan Jaksa Agung, Dani Hendarman Supandji, istri mantan Menteri Hukum dan HAM, Evi Harjono Amir Syamsuddin; dan ada Ibu Denok, Bapak Moeryono, dan Ibu Ninik.

Rombongan tiba di SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo sekira pukul 13.00 WIB. Rombongan langsung disambut dengan musik dan tarian tradisional Jawa.


Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, menyusul dan tiba sekira pukul 14.00 WIB. Kedatangan Titiek langsung disambut oleh alunan gamelan, dan Anita di Pendopo SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo.

Rombongan SIKIB kemudian diperkenalkan mengenai SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo. Anita menjelaskan sejarah, program, hingga perkembangan SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo.

Rombongan kemudian menemui para siswa. Nampak, raut suka cita dan penuh semangat mewarnai wajah para siswa bertemu rombongan. Dalam kesempatan itu, para siswa diberikan motivasi oleh Anita.

"Kalian harus bangga, terus bekerja keras, dan selalu bersyukur terhadap Allah SWT," kata Anita, saat memberi sambutan, Kamis (12/2/2026).

Anita juga memperkenalkan rombongan SIKIB dan Titiek Soeharto kepada siswa. Setelah itu, Anita juga memperkenalkan tenaga pengajar SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo kepada rombongan SIKIB.

Istri Menteri Pertahanan Etty Sjafrie Sjamsoeddin, berhalangan hadir dalam kesempatan itu. Ia menitipkan uang donasi dari DWP Kementerian Pertahanan untuk mendukung program CT Arsa Foundation sebesar Rp 100 juta.

Secara simbolis, Anita menyerahkan donasi tersebut kepada Kepala Sekolah SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo Usdiyanto.

Selain itu, sejumlah siswa juga memberikan kenangan-kenangan dengan melukis wajah Titiek Soeharto, dan Herawati Boediono. Kedua tokoh itu nampak senang mendapatkan hadiah lukisan tersebut.

"Semoga amanah, digunakan yang berguna sesuai dengan keperluan dan kemanfaatan buat anak-anak," ucap Anita.

Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya, kedatangannya ke SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo mengingatkannya pada program Soeharto, yaitu Beasiswa Supersemar.

"Kalian dari keluarga tidak mampu tapi pintar-pintar. Siapa tahu kalian bisa jadi profesor, anggota dewan, menteri," ucap Titiek.

Dia titip pesan agar anak-anak terus berjuang agar bermanfaat untuk umat dan keluarga. Dan meminta anak-anak terus bersyukur.

Titiek mengatakan konsep SMA Unggulan CT ARSA Foundation ditangkap Presiden Prabowo Subianto, dan terwujudnya program Sekolah Rakyat.

Titiek Teringat Beasiswa Supersemar
Kunjungannya ke SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo, mengingatkan Titiek pada program Beasiswa Supersemar diera Presiden Soeharto. Sebab, ayahnya juga sangat peduli dengan pendidikan di Indonesia.

"Ini benar-benar mengingatkan Beasiswa Supersemar zaman Pak Soeharto dulu. Beliau sangat konsen dengan pendidikan. Beliau ingin anak-anak di Indonesia jadi pintar sehingga kemiskinan ini berkurang," kata Titiek kepada awak media.

Dijelaskan, waktu itu Beasiswa Supersemar hanya memberikan uang Rp 15-25 per semesternya. Namun dari uang itu, siswa sudah bisa sekolah sampai selesai, bahkan masih bisa menabung.

"Waktu itu di survei juga, 80 persen rektor universitas negeri itu penerima beasiswa Supersemar. Karena mereka orang pintar, pada waktunya kita mengunduh orang pintar itu di posisi yang seharusnya mereka ada di situ," ujarnya.

Namun program beasiswa itu berbeda dengan program yang ada di CT Arsa Foundation. Titiek menjelaskan, di CT Arsa Foundation, para siswa disediakan tempat istirahat, makan, hingga fasilitas yang mumpuni. Para siswa tinggal fokus untuk belajar.

"Alhamdulillah saya senang bisa hadir di sini melihat sekolah unggulan, boarding schoolnya CT Arsa Foundation ini, luar biasa. Anak-anak yang pintar, tidak punya kesempatan sekolah diberikan kesempatan oleh Pak Chairul Tanjung dan Bu Anita untuk sekolah di sini. Dibiayai makan, tidur, semuanya. Mereka tinggal belajar supaya cita-citanya tercapai, sehingga dia bisa jadi kebanggaan keluarga, kampungnya, provinsinya, negara," ucapnya.

"Terimakasih CT Arsa Foundation yang sudah bangun sekolah seperti ini, peduli dengan pendidikan di Indonesia. Kalau saja ada 100 orang seperti CT Arsa Foundation, tentu Indonesia jadi makmur dan dipenuhi orang-orang pintar," pungkasnya.

Sebelumnya, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu atau SIKIB juga meresmikan sekolah setingkat TK bernama RA Kuntum Kusuma Ani Yudhoyono (RA Kuku Ayu) di Purworejo Jawa Tengah. Hal ini disampaikan langsung oleh perwakilan SIKIB, Ratna Sinar Djoko Suyanto.

"Saya mewakili tentunya ibu-ibu SIKIB semua, mengucapkan terima kasih tak terhingga. Pada hari yang bahagia ini kita sudah menyaksikan bahwa sekolah persembahan tentunya untuk almarhumah Ibu Ani (Yudhoyono)," ujarnya saat ditemui di RA Kuku Ayu Purworejo,
Menurutnya, istri mantan presiden ke-6 RI itu sangat peduli dengan pendidikan. Hal ini juga sesuai dengan semangat dari SIKIB.