Berlokasi di Kampung Muara Mati, Desa Bahagia, Muara Gembong, kabupaten Bekasi, berdiri bangunan Rumah Inspirasi CTARSA Foundation. Nama Desa Bahagia tak seindah namanya, warga di desa tersebut tinggal di tengah lahan yang kian menyusut akibat abrasi air laut dan banjir robb. Fasilitas pendidikan pun tak mudah dijangkau oleh mereka. Melalui Rumah Inspirasi, CTARSA hadir dengan memberikan berbagai program peningkatan literasi mereka seperti belajar membaca, menulis dan menghitung (Calistung) serta berbagai program kebaikan lainnya untuk anak-anak di Pesisir (23/6).

Menurut Elsa Kartika Sari Sunarya, koordinator bidang literasi CTARSA Foundation, Rumah Inspirasi sudah mulai beroperasi sejak Maret 2022. Terhitung sejak trisemester pertama bulan Juni, anak-anak binaan Rumah Inspirasi sudah mengalami peningkatan dalam hal Calistung. Kondisi lokasi yang cukup sulit di jangkau akibat kondisi jalan yang berada ditengah muara, tak menyurutkan tim literasi CTARSA Foundation dalam memberikan berbagai ilmu pengetahuan melalui kelas literasi di Rumah Inspirasi. Tak jarang, tim harus berjalan ditengah banjir ROB ketika air laut pasang dan melewati jebatan kayu yang sangat licin.

“Ada sekitar 50 anak kampung Muara Mati yang menjadi anak binaan Rumah Inspirasi,  mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD hingga SMP. Meskipun lokasi yang cukup berat untuk dijangkau, pengajaran Calistung tetap kami lakukan satu minggu sekali. Setelah trisemester pertama dilakukan pengajaran, terjadi peningkatan kemampuan calistung mereka meskipun sedikit demi sedikit. Saat ini mereka sudah bisa menulis dengan cukup rapih meskipun belum sesuai dengan EYD, mereka sudah bisa membaca dengan cukup baik meskipun dieja. Kemampuan menghitung juga cukup meningkat,” ungkap wanita yang gemar berkegiatan sosial tersebut.



Aktivitas Mengajar di Rumah Inspirasi CTARSA Foundation (Doc. literasictarsa.id)

Elsa menambahkan, Rumah Inspirasi ini didirikan berkat dukungan CTARSA Foundation dan PT. PZ Cusson Indonesia dalam proses pembangunan Rumah inspirasi.  Tujuan didirikannya Rumah Inspirasi adalah untuk menfasilitasi warga sekitar dalam melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan membawa dampak positif seperti pendidikan, kesehatan hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tak jarang CTARSA Foundation menggandeng pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan setiap tiga bulan sekali.

“Melihat senyuman bahagia anak-anak pesisir belajar bersama di Rumah Inspirasi, menjadi kepuasaan tersendiri di kami. Mereka sangat menikmati ditengah proses belajar mengajar, tak jarang kami bermain permainan tradisional. Kami juga rutin membagikan kacang hijau, susu dan buah-buahan ataupun makanan bergizi lainnya satu bulan sekali untuk menambah asupan gizi mereka,” pungkas wanita lulusan psikologi tersebut.

Peningkatan Calistung Hingga 40% di Trisemester Pertama

            Disisi untuk perkembangan kemampuan Calistung anak-anak bidaan Rumah Inspirasi CTARSA Foundation, telah ada peningkatan yang cukup signifikan. Dalam waktu trisemester pertama bulan Maret hingga Juni 2022, kemampuan baca anak, berkembang hingga 40%, menulis 20% dan 10%. Menurut Elsa Kartika Sari Sunarya, perkembangan baca anak binaan didominasi kelas 3,4, 5 dan 6 SD. Perkembangan yang positif ini adalah karena menggunakan metode yang menarik untuk anak-anak yaitu bermain dan belajar.

“Pembelajaran pokok di Rumah Inspirasi memang Calistung dan kami mengajar mereka satu minggu sekali pada bulan Rabu. Peningkatan paling banyak adalah membaca karena kami melakukan banyak metode seperti treatment pengenalan abjad melalui permainan kartu, anak-anak diminta menyusun kalimat tertentu. Kemudian ada juga games di papan tulis, misalnya menyebutkan benda-benda dari huruf A atau nama-nama buah dari huruf B dan banyak lainnya, sehingga mereka terbiasa mengenal huruf. Di bulan Mei dan Juni, treatment nya adalah membaca buku, mereka memilih sendiri buku-buku yang kami bawakan hingga mereka berusaha membaca,” paparnya.




Data Peningkatan Calistung Anak Binaan Rumah Inspirasi CTARSA Foundation

 Maret-Juni 2022 (Doc. literasictarsa.id)

Hadirnya rumah inspirasi merupakan wujud CTARSA Foundation membingkai harapan anak-anak di pelosok Pesisir untuk mendapatkan sarana belajar memadai sebagai bekal menggapai impian, mereka juga memiliki hak untuk memiliki cita-cita. Untuk target satu tahun pembelajaran di Rumah Inspirasi, Elsa menargetkan peningkatan Calistung di atas 50%.

Selanjutnya, aspek budi pekerti dan etika juga di ajarkan seperti tertib mengajarkan dan menerapkan 5S yatu Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun. Terbukti anak-anak binaan Rumah Inspirasi CTARSA Foundation mengalami perubahan sikap lebih santun jika dibandingkan saat tim literasi CTARSA datang ke lokasi. Untuk sarana dan prasarana Rumah Inspirasi, CTARSA didukung oleh Insight Investment Management & Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun. Support buku juga kami dapatkan dari PT Solo Murni (Kiky) serta susu dari PT Milko Beverage Industry.

Rumah Inspirasi Disambut Baik Warga Kampung Muara Mati

Kondisi fasilitas jalan yang sering ambles karena abrasi dan banjir ROB, tak jarang membuat warga Kampung Muara Mati kesulitan untuk menuju akses pendidikan dan fasilitas terdekat. Dengan adanya Rumah Inspirasi CTARSA Foundation, warga menyambut baik dan sangat terbantu untuk menambah pengetahuan anak-anak di kampung mereka.

Menurut Ibu Atikah, warga asli kampung Muara Mati, Desa Bahagia sekaligus penanggung jawab Rumah Inspirasi menuturkan, sangat bersyukur dengan hadirnya Rumah Inspirasi tersebut. Orang tua dari anak-anak binaan Rumah Inspirasi mengaku bahwa anak-anak mereka mengalami peningkatan dalam baca dan tulis.

“Saat saya berinteraksi dengan ibu-ibu yang mengantarkan anak-anaknya belajar di Rumah Inspirasi, banyak yang merasa terbantu karena anak-anak mereka ada yang mengalami peningkatan baca dan tulis meskipun satu atau dua huruf. Selain itu, Rumah Inspirasi juga digunakan sebagai tempat belajar mengaji saat malam hari dan berbagai kegiatan warga,” pungkasnya.

Kondisi lingkungan yang berada di tengah muara, membuat anak-anak Kampung Muara Mati sulit untu keluar kampung dan minat belajar mereka jadi berkurang. Dengan adanya Rumah Inspirasi, menurutnya bisa menjadi alternatif tempat untuk belajar dan menaikan belajar minat mereka karena lokasinya yang dekat di tengah kampung.

“Kami berharap CTARSA Foundation dan pihak-pihak terkait terus bisa memperhatikan kami, warga di pelosok. Jika musim hujan datang, wilayah kami di kepung banjir sehingga jalanan rusak. Pendidikan adalah hal penting bagi anak-anak di kampung kami, kami sangat berterimakasih dengan adanya Rumah Inspirasi CTARSA Foundation,” tutupnya (ncmh).